11.1 Pengertian Ultrasonic Sensor
Gelombang ultrasonik
merupakan gelombang yang umum digunakan untuk radar untuk mendeteksi keberadaan
suatu benda dengan memperkirakan jarak antara sensor dan benda tersebut. sensor
jarak yang umum digunakan dalam penggunaan untuk mendeteksi jarak yaitu sensor
ultrasonik. pengertian sensor ultrasonik adalah sebuah sensor yang
berfungsi untuk mengubah besaran fisis (bunyi) menjadi besaran listrik dan
sebaliknya.
11.2 Fungsi Ultrasonic Sensor
1. Bisa menjadi
Sistem Otomasi Industri
Sensor ultrasonik dari MaxBotix juga bisa digunakan sebagai sensor untuk sistem
otomasi mesin industri. Sebagai contoh pada sistem penghitung jumlah botol pada
konveyor. Sensor ultrasonik diletakkan di atas atau samping konveyor, kemudian
ketika botol lewat di depan sensor maka gelombang ultrasonik akan memantul dari
permukaan botol ke receiver, sehingga dapat digunakan acuan untuk menghitung
botol.
2. Mengukur Ketinggian Air
Bendungan
Sistem yang digunakan hampir sama seperti pada cara pengukuran air di dalam
tangki, hanya saja medan yang dideteksi lebih luas. Sensor ultrasonik
diletakkan di atas bendungan, kemudian sensor tersebut akan mengukur jarak
permukaan air dengan transmitter sensor. Hasil pengukuran ketinggian air
tersebut nantinya dapat digunakan oleh petugas untuk berbagai keperluan.
3. Berguna Sebagai Sistem
Navigasi Robot
Dalam dunia robotika, sensor ultrasonik sudah sangat umum digunakan untuk
kepeerluan navigasi robot. Sensor ultrasonik digunakan untuk mendeteksi objek
penghalang yang ada di depan robot, sehingga si robot bisa menentukan harus
bergerak ke arah mana ketika ada objek yang terdeteksi.
4. Smart Waste Management
Smart Waste Management atau pengolahan sampah pintar adalah suatu sistem
pengolahan sampah yang dirancang untuk menambah efektifitas pengolahan sampah.
Cara kerja sistem ini yaitu sensor ultrasonik diletakkan di atas wadah
(container) penampung sampah, tujuannya yaitu untuk mengetahui kapasitas sampah
di dalam kontainer. Ketika sampah sudah penuh, sensor akan mengirimkan
informasi tersebut ke kontroler kemudian kontroler mengirimkan informasi lokasi
dan kapasitas sampah secara wireless ke database pusat, sehingga petugas
terkait bisa mengetahui container sampah di lokasi mana yang sudah penuh,
selanjutnya petugas akan mengirimkan truk sampah untuk membawa sampah tersebut
ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
5. Mengukur Kedalaman Cairan
dalam Tangki
Sensor ultrasonik adalah salah satu jenis sensor yang paling efektif untuk
mengukur kedalaman air/cairan yang tersisa pada tangki. Dengan sensor
ultrasonik kita bisa mengetahui kedalaman cairan dengan cara mengkalkulasi
jarak antara permukaan air dengan transmitter ultrasonik, sehingga didapatkan
hasil pengukuran yang cepat dan akurat.
11.3 Prinsip Kerja Ultrasonic Sensor
Cara
kerja sensor ini didasarkan pada prinsip dari pantulan suatu gelombang suara
sehingga dapat dipakai untuk menafsirkan eksistensi (jarak) suatu benda dengan
frekuensi tertentu. Disebut sebagai sensor ultrasonik karena sensor ini
menggunakan gelombang ultrasonik (bunyi ultrasonik). Gelombang ultrasonik
adalah gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi yaitu 20.000
Hz. Karena kecepatan bunyi adalah 340 m/s, maka rumus untuk mencari jarak
berdasarkan ultrasonik adalah :
Keterangan:
S = jarak
antara sensor ultrasonik dengan benda (bidang pantul),
t = selisih
antara waktu pemancaran gelombang oleh transmitter dan waktu ketika gelombang
pantul diterima receiver.
Berikut
Algoritma membaca data ultrasonik:
a.
Beri tegangan positif pada pin Trigger selama 10µS, maka sensor akan
mengirimkan 8 step sinyal ultrasonik dengan frekuensi 40kHz
b. Selanjutnya, sinyal akan
diterima pada pin Echo
c.
Rumus untuk
menghitung jaraknya adalah S = (0.034 *t) /2 cm.
Bentuk diagram waktu cara
kerja sensor ultrasonik dapat dilihat pada Gambar dibawah ini
Aplikasi yang sering
menggunakan sensor ultrasonik adalah alat ukur tinggi badan digital, pengereman
mobil otomatis, robot labirin, dan lain sebagainya. Aplikasi sensor ultrasonik
sering membutuhkan bantuan mikrokontroler untuk mengolah datanya berikut
merupakan program sederhana pembacaan sensor ultrasonik menggunakan arduino.
11.4 Pengertian Temperature Sensor
Sensor Suhu atau Temperature Sensors adalah suatu komponen yang dapat mengubah besaran panas
menjadi besaran listrik sehingga dapat mendeteksi gejala perubahan suhu pada
obyek tertentu. Sensor suhu melakukan pengukuran terhadap jumlah energi
panas/dingin yang dihasilkan oleh suatu obyek sehingga memungkinkan kita untuk
mengetahui atau mendeteksi gejala perubahan-perubahan suhu tersebut dalam
bentuk output Analog maupun Digital. Sensor Suhu juga merupakan dari keluarga
Transduser. Contoh peralatan-peralatan listrik maupun elektronik yang
menggunakan Sensor Suhu diantaranya seperti Thermometer Suhu Ruangan,
Thermometer Suhu Badan, Rice Cooker, Kulkas, Air Conditioner (Pendingin
Ruangan) dan masih banyak lagi.
11.5 Fungsi Temperature Sensor
Sensor
ini akan mengirimkan sinyal output berdasarkan suhu cairan pendingin yang
dideteksi untuk diteruskan ke ECU. Sinyal output akan digunakan oleh ECU
sebagai salah satu masukan dalam mengatur banyaknya penginjeksian bahan bakar
yang diinjeksikan oleh injektor ke dalam ruang bakar.
11.6 Jenis – jenis Temperature Sensor
Berikut ini beberapa
jenis Sensor Suhu yang sering ditemukan dalam rangkaian elektronika ataupun
peralatan listrik beserta penjelasan singkatnya :
1. Termostat
(Thermostat)
Thermostat adalah jenis Sensor suhu Kontak (Contact Temperature
Sensor) yang menggunakan prinsip Electro-Mechanical. Thermostat pada dasarnya
terdiri dari dua jenis logam yang berbeda seperti Nikel, Tembaga, Tungsten atau
aluminium. Dua Jenis Logam tersebut kemudian ditempel sehingga membentuk
Bi-Metallic strip. Bi-Metallic Strip tersebut akan bengkok jika mendapatkan
suhu tertentu sehingga bergerak memutuskan atau menyambungkan sirkuit
(ON/OFF).
1. Thermistor
Thermistor adalah komponen elektronika yang nilai resistansinya
dipengaruhi oleh Suhu. Thermistor yang merupakan singkatan dari Thermal
Resistor ini pada dasarnya terdiri dari 2 jenis yaitu PTC (Positive Temperature
Coefficient) yang nilai resistansinya akan meningkat tinggi ketika suhunya
tinggi dan NTC (Negative Temperature Coefficient) yang nilai resistansinya
menurun ketika suhunya meningkat tinggi. Thermistor yang dapat mengubah energi
listrik menjadi hambatan ini terbuat dari bahan keramik semikonduktor seperti
Kobalt, Mangan atau Nikel Oksida yang dilapisi dengan kaca.
Keuntungan dari
Thermistor adalah sebagai berikut :
a.
Memiliki
Respon yang cepat atas perubahan suhu.
b.
Lebih murah
dibanding dengan Sensor Suhu jenis RTD (Resistive Temperature Detector).
c.
Rentang atau
Range nilai resistansi yang luas berkisar dari 2.000 Ohm hingga 10.000 Ohm.
d.
Memiliki
sensitivitas suhu yang tinggi.
Thermistor (PTC/NTC)
banyak diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika seperti Voltage Regulator,
sensor suhu kulkas, pendeteksi kebakaran, Sensor suhu pada Otomotif, Sensor
suhu pada Komputer, sensor untuk memantau pengisian ulang Baterai pada ponsel,
kamera dan Laptop.
1. Resistive
Temperature Detector (RTD)
Resistive Temperature Detector atau disingkat dengan RTD memiliki
fungsi yang sama dengan Thermistor jenis PTC yaitu dapat mengubah energi
listrik menjadi hambatan listrik yang sebanding dengan perubahan suhu. Namun
Resistive Temperature Detector (RTD) lebih presisi dan memiliki keakurasian
yang lebih tinggi jika dibanding dengan Thermistor PTC. Resistive Temperature
Detector pada umumnya terbuat dari bahan Platinum sehingga disebut juga
dengan Platinum Resistance Thermometer (PRT).
Keuntungan dari
Resistive Temperature Detector (RTD)
a.
Rentang suhu yang luas
yaitu dapat beroperasi di suhu -200⁰C hingga +650⁰C.
b.
Lebih linier jika
dibanding dengan Thermistor dan Thermocouple.
c.
Lebih presisi, akurasi
dan stabil.
1. Thermocouple
(Termokopel)
Thermocouple adalah salah satu jenis sensor suhu yang paling
sering digunakan, hal ini dikarenakan rentang suhu operasional Thermocouple
yang luas yaitu berkisar -200°C hingga lebih dari 2000°C dengan harga yang
relatif rendah. Thermocouple pada dasarnya adalah sensor suhu Thermo-Electric
yang terdiri dari dua persimpangan (junction) logam yang berbeda. Salah satu
Logam di Thermocouple dijaga di suhu yang tetap (konstan) yang berfungsi
sebagai junction referensi sedangkan satunya lagi dikenakan suhu panas yang
akan dideteksi. Dengan adanya perbedaan suhu di dua persimpangan tersebut,
rangkaian akan menghasilkan tegangan listrik tertentu yang nilainya
sebanding dengan suhu sumber panas.
Keuntungan Thermocouple adalah sebagai
berikut :
- Memiliki rentang
suhu yang luas
- Tahan terhadap
goncangan dan getaran
- Memberikan respon langsung terhadap perubahan suhu







Komentar
Posting Komentar