BREADBOARD

 5.1 Pemahaman Tentang Penghambat

5.1.1 Pengertian Resistor

Resistor adalah komponen dasar elestronika yang digunakan untuk memebatasi jumlah aliran listrik yang mengalir dalam suaru rangkaian elektronika. Resistor merupakan salah satu komponen yang penggunaanya paling sering ditemukan di dalam rangkaian elektronika.

Resistor adalah komponen elektronik pasif, artinya resistor dapat beroperasi tanpa menggunakan pasokan listrik ekstenal. Resistor disebut juga dengan tahanan atau hambatan berfungsi untuk menghambat arus yang mengalir. Resistor pada sebuah rangkaian kelistrikan digunakan sebagai :

1.      Penghambat arus listrik.

2.      Pengatur arus listrik.

3.      Pembagi tegangan listrik.

4.      Penurun tegangan listrik.

Macam – macam hambatan resistor yang umum digunakan yaitu resistor 1k, resistor 10k, resistor 100k serta resistor yang memiliki tahanan atau hambatan lebih kecil seperti resistor 1 ohm, resistor 10 ohm dan resistor 100 ohm. Pada beberapa rangkaian juga menggunakan resistor 2k2 yang artinya memiliki hambatan 2200 ohm.

5.1.2 Cara Mengukur Resistor

Cara mengukur resistor yang pertama yaitu dengan menggunakan alat ukur elektronik yang umumnya digunakan seperti ohm meter atau lebih lengkap seperti multimeter. Untuk mengetahui nilai hambatannya pastikan multimeter telah di setting ke pengukuran hambatan. Kemudian letakkan masing – masing probe multimeter ke kaki masing – masing resistor dan lihat nilai pengukuran yang keluar pada multimeter.

Jika tidak memiliki alat ukur seperti ohm meter kita dapat mengetahui nilai resistansi dari resistor dengan cara melihat gelang warna yang terdapat pada bahan resistor dan hitung berapa jumlah gelang yang ada. Kemudian lihat daftar nilai yang terdapat dalam aturan grlang warna resistor seperti dibawah :


Dihitung nilainya dengan melihat tabel resistor 5 gelang warna diatas. Misalkan sebuah resistor berwarna MERAH – MERAH – COKLAT – PERAK. Warna merah pertama bernilai 2, dan warna merah kedua juga berwarna merah bernilai 2 dapat ditulis 22. Kemudian gelang selanjutnya berwarna coklat karena posisi pada gelang ketika maka nilainya x10 sehingga dituliskan 22 sama dengan 220. Gelang terakhir berwarna perak menandakan toleransinya sebesar 10%. Jadi diketahui bahwa resistor tersebut memiliki nilai resistansi sebesar 220 ohm dan toleransi 10%. Toleransi 10% dari 220 adalah 22 ohm yang berarti bahwa resistor masih dikatakan baik jika nilai resistansi yang diukur tidak melebihi dari nilai resistansi ditambah nilai toleransi.

5.2 Pemahaman Tentang (LED, Dioda Pemancar Cahaya)

5.2.1 Pengertian LED (Light Emitting Diode)

Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan  cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya

5.2.2 Simbol dan Bentuk LED (Light Emitting Diode)



5.2.3 Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)

Seperti dikatakan sebelumnya, LED merupakan keluarga dari Dioda yang terbuat dari Semikonduktor. Cara kerjanya pun hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua kutub yaitu kutub Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias forward) dari Anoda menuju ke Katoda.

LED terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga menciptakan junction P dan N. Yang dimaksud dengan proses doping dalam semikonduktor adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity) pada semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik kelistrikan yang diinginkan. Ketika LED dialiri tegangan maju atau bias forward yaitu dari Anoda (P) menuju ke Katoda (K), Kelebihan Elektron pada N-Type material akan berpindah ke wilayah yang kelebihan Hole (lubang) yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-Type material). Saat Elektron berjumpa dengan Hole akan melepaskan photon dan memancarkan cahaya monokromatik (satu warna).


5.2.4 Cara Mengetahui Polaritas LED 

                                                                                 

Untuk mengetahui polaritas terminal Anoda (+) dan Katoda (-) pada LED. Kita dapat melihatnya secara fisik berdasarkan gambar diatas. Ciri-ciri Terminal Anoda pada LED adalah kaki yang lebih panjang dan juga Lead Frame yang lebih kecil. Sedangkan ciri-ciri Terminal Katoda adalah Kaki yang lebih pendek dengan Lead Frame yang besar serta terletak di sisi yang Flat.

5.2.5 Warna-warna LED (Light Emitting Diode)

LED telah memiliki beranekaragam warna, diantaranya seperti warna merah, kuning, biru, putih, hijau, jingga dan infra merah. Keanekaragaman Warna pada LED tersebut tergantung pada wavelength (panjang gelombang) dan senyawa semikonduktor yang dipergunakannya. Berikut ini adalah Tabel Senyawa Semikonduktor yang digunakan untuk menghasilkan variasi warna pada LED :

Bahan Semikonduktor

Wavelength

Warna

Gallium Arsenide (GaAs)

850 – 940nm

Infra Merah

Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP)

630 – 660nm

Merah

Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP)

605 – 620nm

Jingga

Gallium Arsenide Phosphide Nitride (GaAsP:N)

585 – 595nm

Kuning

Aluminium Gallium Phosphide (AlGaP)

550 – 570nm

Hijau

Silicon Carbide (SiC)

430 – 505nm

Biru

Gallium Indium Nitride (GaInN)

450nm

Putih

 

5.2.6 Tegangan Maju (Forward Bias) LED

Masing-masing Warna LED (Light Emitting Diode) memerlukan tegangan maju (Forward Bias) untuk dapat menyalakannya. Tegangan Maju untuk LED tersebut tergolong rendah sehingga memerlukan sebuah Resistor untuk membatasi Arus dan Tegangannya agar tidak merusak LED yang bersangkutan. Tegangan Maju biasanya dilambangkan dengan tanda VF.

Warna

Tegangan Maju @20mA

Infra Merah

1,2V

Merah

1,8V

Jingga

2,0V

Kuning

2,2V

Hijau

3,5V

Biru

3,6V

Putih

4,0V

 

5.2.7 Kegunaan LED dalam Kehidupan Sehari – hari

Teknologi LED memiliki berbagai kelebihan seperti tidak menimbulkan panas, tahan lama, tidak mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, dan hemat listrik serta bentuknya yang kecil ini semakin popular dalam bidang teknologi pencahayaan. Berbagai produk yang memerlukan cahaya pun mengadopsi teknologi Light Emitting Diode (LED) ini. Berikut ini beberapa pengaplikasiannya LED dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Lampu Penerangan Rumah
  2. Lampu Penerangan Jalan
  3. Papan Iklan (Advertising)
  4. Backlight LCD (TV, Display Handphone, Monitor)
  5. Lampu Dekorasi Interior maupun Exterior
  6. Lampu Indikator
  7. Pemancar Infra Merah pada Remote Control (TV, AC, AV Player)

Komentar