POTENTIOMETER Dan PHOTORESISTOR

 10.1 Pengertian Potentiometer

Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga Resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya. Gambar dibawah ini menunjukan Struktur Internal Potensiometer beserta bentuk dan simbolnya.

10.2 Fungsi Potentiometer

Dengan kemampuan yang dapat mengubah resistansi atau hambatan, Potensiometer sering digunakan dalam rangkaian atau peralatan Elektronika dengan fungsi-fungsi sebagai berikut :

  1. Sebagai pengatur Volume pada berbagai peralatan Audio/Video seperti Amplifier, Tape Mobil, DVD Player.
  2. Sebagai Pengatur Tegangan pada Rangkaian Power Supply
  3. Sebagai Pembagi Tegangan
  4. Aplikasi Switch TRIAC
  5. Digunakan sebagai Joystick pada Tranduser
  6. Sebagai Pengendali Level Sinyal

 

10.3 Prinsip Kerja Potentiometer

Sebuah Potensiometer (POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk jalur (track) dengan terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya (biasanya berada di tengah) adalah Penyapu (Wiper) yang dipergunakan untuk menentukan pergerakan pada jalur elemen resistif (Resistive). Pergerakan Penyapu (Wiper) pada Jalur Elemen Resistif inilah yang mengatur naik-turunnya Nilai Resistansi sebuah Potensiometer. Elemen Resistif pada Potensiometer umumnya terbuat dari bahan campuran Metal (logam) dan Keramik ataupun Bahan Karbon (Carbon). Berdasarkan Track (jalur) elemen resistif-nya, Potensiometer dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu Potensiometer Linear (Linear Potentiometer) dan Potensiometer Logaritmik (Logarithmic Potentiometer).

10.4 Jenis – jenis Potentiometer

Berdasarkan bentuknya, Potensiometer dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu :

  1. Potensiometer Slider, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara menggeserkan Wiper-nya dari kiri ke kanan atau dari bawah ke atas sesuai dengan pemasangannya. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk menggeser wiper-nya.
  2. Potensiometer Rotary, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara memutarkan Wiper-nya sepanjang lintasan yang melingkar. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk memutar wiper tersebut. Oleh karena itu, Potensiometer Rotary sering disebut juga dengan Thumbwheel Potentiometer.
  3. Potensiometer Trimmer, yaitu Potensiometer yang bentuknya kecil dan harus menggunakan alat khusus seperti Obeng (screwdriver) untuk memutarnya. Potensiometer Trimmer ini biasanya dipasangkan di PCB dan jarang dilakukan pengaturannya.

10.5 Pengertian Photoresistor

Photoresistor, disebut juga light dependent resistor (LDR) atau sebagian orang juga menyebutnya dengan istilah photocell, merupakan jenis resistor variable yang nilainya dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang mengenainya. Tingkat hambatan dari LDR bervariasi, tergantung dari intensitas cahaya yang mengenainya, dimana semakin besar intensitas cahaya yang mengenainya, maka semakin kecil nilai hambatannya. Dengan kata lain kemampuan dari LDR untuk menghantarkan arus berbanding lurus dengan intensitas cahaya.
Bila dibandingkan dengan photodiode atau phototransistor, LDR merupakan sensor dengan tingkat kepekaan cahaya yang paling rendah. LDR merupakan komponen pasif yang tidak memiliki PN-junction. Tingkat latency dari LDR juga lebih lama bila dibandingkan dengan kedua sensor cahaya lainnya. LDR memiliki waktu tanggap sekitar 10 ms. Hal tersebut membuat LDR kurang cocok untuk digunakan pada aplikasi untuk mendeteksi cahaya flash, yang begitu cepat. Contoh aplikasi yang menggunakan LDR seperti lighting switch dan camera shutter control.

10.6 Fungsi Photoresistor

Karakteristik sensor LDR yaitu memiliki struktur yang simpel, mudah dibuat, serta dapat dibuat dengan biaya yang rendah. Oleh sebab itu, komponen ini sering ditemukan pada berbagai perangkat elektronik. Pada komponen elektronika, fungsi sensor LDR adalah digunakan untuk sensor cahaya. Pada berbagai piranti elektronik, komponem tersebut umumnya difungsikan seperti saklar otomatis. Oleh karenanya, penggunaan sensor LDR dapat Anda jumpai pada berbagai piranti elektronik.

Diantara fungsi sensor LDR adalah sebagai berikut:

·         Digunakan untuk sensor otomatis pada penerangan jalan.

·         Digunakan untuk alarm.

·         Digunakan sebagai lampu tidur.

·         Digunakan sebagai anti maling otomatis.

·         Digunakan untuk shutter (kamera otomatis) dan lain-lain

 

10.7 Prinsip Kerja Photoresistor

Setelah Anda mengetahui karakteristik dan juga fungsi dari sensor LDR. Mungkin sekilas Anda sudah memiliki gambaran mengenai cara kerja dari alat tersebut. Secara umum, cara kerja sensor LDR tidak jauh berbeda dengan jenis resistor lainnya, yaitu:

a.        Cara kerja sensor LDR ditentukan berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya. Karena aliran listrik dalam komponen ditentukan oleh sedikit dan banyaknya jumlah cahaya yang diterima oleh sensor.

b.       Apabila cahaya jatuh pada bahan semikonduktor yang membentuk komponen. Maka cahaya akan diserap oleh bahan semikonduktor tersebut, lalu sebagian energinya akan ditransfer pada elektron. Sehingga nilai resistensi pada sensor akan menurun.

c.        Sebaliknya, apabila intensitas cahaya yang mengenai sensor berkurang. Maka secara otomatis nilai resistansinya akan naik. Hal ini karena semakin sedikit nilai elektron yang dilepaskan untuk menghantarkan aliran arus listrik. Maka semakin naik juga nilai resistensi yang dihasilkannya.


Komentar