Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai
Resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika
ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga Resistor yang
tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer
terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi
sebagai pengaturnya. Gambar dibawah ini menunjukan Struktur Internal
Potensiometer beserta bentuk dan simbolnya.
10.2 Fungsi Potentiometer
Dengan
kemampuan yang dapat mengubah resistansi atau hambatan, Potensiometer sering
digunakan dalam rangkaian atau peralatan Elektronika dengan fungsi-fungsi
sebagai berikut :
- Sebagai pengatur
Volume pada berbagai peralatan Audio/Video seperti Amplifier, Tape Mobil,
DVD Player.
- Sebagai Pengatur
Tegangan pada Rangkaian Power Supply
- Sebagai Pembagi
Tegangan
- Aplikasi Switch TRIAC
- Digunakan sebagai
Joystick pada Tranduser
- Sebagai Pengendali
Level Sinyal
10.3 Prinsip Kerja Potentiometer
Sebuah Potensiometer
(POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk jalur (track) dengan
terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya (biasanya berada di
tengah) adalah Penyapu (Wiper) yang dipergunakan untuk menentukan pergerakan
pada jalur elemen resistif (Resistive). Pergerakan Penyapu (Wiper) pada Jalur
Elemen Resistif inilah yang mengatur naik-turunnya Nilai Resistansi sebuah
Potensiometer. Elemen Resistif pada Potensiometer umumnya terbuat dari bahan
campuran Metal (logam) dan Keramik ataupun Bahan Karbon (Carbon). Berdasarkan
Track (jalur) elemen resistif-nya, Potensiometer dapat digolongkan menjadi 2
jenis yaitu Potensiometer Linear (Linear Potentiometer) dan Potensiometer
Logaritmik (Logarithmic Potentiometer).
10.4 Jenis – jenis Potentiometer
Berdasarkan bentuknya, Potensiometer dapat dibagi
menjadi 3 macam, yaitu :
- Potensiometer
Slider, yaitu Potensiometer
yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara menggeserkan Wiper-nya
dari kiri ke kanan atau dari bawah ke atas sesuai dengan pemasangannya.
Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk menggeser wiper-nya.
- Potensiometer
Rotary, yaitu Potensiometer
yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara memutarkan Wiper-nya
sepanjang lintasan yang melingkar. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk
memutar wiper tersebut. Oleh karena itu, Potensiometer Rotary sering
disebut juga dengan Thumbwheel Potentiometer.
- Potensiometer
Trimmer, yaitu Potensiometer
yang bentuknya kecil dan harus menggunakan alat khusus seperti Obeng
(screwdriver) untuk memutarnya. Potensiometer Trimmer ini biasanya
dipasangkan di PCB dan jarang dilakukan pengaturannya.
10.5 Pengertian
Photoresistor
Photoresistor, disebut
juga light dependent resistor (LDR) atau sebagian orang juga menyebutnya dengan
istilah photocell, merupakan jenis resistor variable yang nilainya dipengaruhi
oleh intensitas cahaya yang mengenainya. Tingkat hambatan dari LDR bervariasi,
tergantung dari intensitas cahaya yang mengenainya, dimana semakin besar
intensitas cahaya yang mengenainya, maka semakin kecil nilai hambatannya.
Dengan kata lain kemampuan dari LDR untuk menghantarkan arus berbanding lurus
dengan intensitas cahaya.
Bila dibandingkan dengan photodiode atau phototransistor, LDR
merupakan sensor dengan tingkat kepekaan cahaya yang paling rendah. LDR
merupakan komponen pasif yang tidak memiliki PN-junction. Tingkat latency dari
LDR juga lebih lama bila dibandingkan dengan kedua sensor cahaya lainnya. LDR
memiliki waktu tanggap sekitar 10 ms. Hal tersebut membuat LDR kurang cocok
untuk digunakan pada aplikasi untuk mendeteksi cahaya flash, yang begitu cepat.
Contoh aplikasi yang menggunakan LDR seperti lighting switch dan camera shutter
control.
10.6 Fungsi Photoresistor
Karakteristik sensor LDR yaitu memiliki struktur
yang simpel, mudah dibuat, serta dapat dibuat dengan biaya yang rendah. Oleh
sebab itu, komponen ini sering ditemukan pada berbagai perangkat elektronik. Pada
komponen elektronika, fungsi sensor LDR adalah digunakan untuk sensor cahaya.
Pada berbagai piranti elektronik, komponem tersebut umumnya difungsikan seperti
saklar otomatis. Oleh karenanya, penggunaan sensor LDR dapat Anda jumpai pada
berbagai piranti elektronik.
Diantara fungsi sensor LDR adalah sebagai berikut:
·
Digunakan untuk sensor otomatis pada penerangan jalan.
·
Digunakan untuk alarm.
·
Digunakan sebagai lampu tidur.
·
Digunakan sebagai anti maling otomatis.
·
Digunakan untuk shutter (kamera otomatis) dan lain-lain
10.7 Prinsip Kerja Photoresistor
Setelah Anda mengetahui karakteristik dan juga
fungsi dari sensor LDR. Mungkin sekilas Anda sudah memiliki gambaran mengenai
cara kerja dari alat tersebut. Secara umum, cara kerja sensor LDR tidak jauh
berbeda dengan jenis resistor lainnya, yaitu:
a.
Cara kerja sensor LDR ditentukan berdasarkan intensitas cahaya yang
diterimanya. Karena aliran listrik dalam komponen ditentukan oleh sedikit dan
banyaknya jumlah cahaya yang diterima oleh sensor.
b. Apabila cahaya jatuh pada
bahan semikonduktor yang membentuk komponen. Maka cahaya akan diserap oleh
bahan semikonduktor tersebut, lalu sebagian energinya akan ditransfer pada
elektron. Sehingga nilai resistensi pada sensor akan menurun.
c.
Sebaliknya, apabila intensitas cahaya yang mengenai sensor berkurang.
Maka secara otomatis nilai resistansinya akan naik. Hal ini karena semakin
sedikit nilai elektron yang dilepaskan untuk menghantarkan aliran arus listrik.
Maka semakin naik juga nilai resistensi yang dihasilkannya.


Komentar
Posting Komentar